Senin, 03 Oktober 2011

Review Film Holywood – Vantage Point

 

Vantage Point adalah sebuah film buatan Hoywood yang menabjubkan, - paling tidak, secara teknis. Film yang bergenre  political action thriller ini bercerita seputar usaha sekelompok teroris yang berusaha membunuh presiden Amerika Serikat. Karena kemiripan pada penggunaan sudut pandang yang berbeda-beda, film ini sering dibandingkan dengan film bertema criminal buatan Jepag pada tahun 1950, yaitu Rashomon. Film ini berhasil meraup banyak keuntungan, namun, mendapatkan banyak kritik karena tema dan realisasi filmnya yang mengandung banyak kesalahan moril maupun teknis.



Cerita dan Estetika

Bercerita tentang usaha pembunuhan presiden Amerika Serikat oleh sekelompok orang, cerita dimulai dari sudut pandang produser GNN, yang mengarahkan pemberitaan tentang sebuah kegiatan politik oleh Presiden Amerika Serikat, Henry Ashton, di Salamnka, Spanyol. Angie Jones adalah seorang reporter yang memberitakan acara itu. Tidak lama setelah presiden datang dan memberikan pidato singkat, ia ditembak dua kali oleh sebuah sniper, dan tak lama kemudian terdengar suara bom meledak di luar tempat itu. Tak lama kemudian, podium di tempat itu sendiri meledak dan mengakibatkan banyak orang luka dan meninggal.

Dengan kejadian utama yang sama, kejadian ini diceritakan kembali selama kurang lebih 20 menit dari sudut pandang bodyguard presiden, Thomas Barnes. Ia adalah bodyguard yang telah melindungi presiden dari sebuah tembakan beberapa tahun yang lalu, dan masih masih belum biasa melupakan kejadian tertembaknya dirinya itu. Ini membuat ia paranoid dan sangat curiga pada lingkungan sekitar. Meskipun ia sudah teliti, tembakan pada presiden tetap terjadi, diikuti bom diluar, dan bom besar di tempat itu tak lama kemudian. Diceritakan ia dapat mereka si pelaku, dan ia pun mengejar si pelaku yang menaiki mobil.

Tak sempat sampai tertangkap, waktu di putar kembali ke jam 12.00, dan cerita yang sama di ceritakan kembali dari sudut pandang Enrique, seorang polisi Spanyol. Kejadian ini di ulang berkali-kali sampai delapan orang, dan sedikit demi sedikit mengungkapkan informasi baru, yang juga sedikit-sedikit di bantah oleh kebenaran yang diceritakan di sudut pandang berikutnya. Pada akhirnya, kejadian akhir diceritakan dari sudut pandang semua orang, sampai cerita berakhir dengan tewasnya banyak orang, termasuk pelaku dan tokoh utama lainnya.

Film ini penuh dengan adegan action; kejar mengejar antar tokoh utama dan pelaku, pembunuhan, aksi teroris, tembak menembak dan pembunuhan. Cerita utama yang sebenarnya hanya berdurasi 23 menitan, diceritakan berkali-kali, hingga tidak lama berhasil membuat penonton bosan. Tema dan latar belakang yang diangkat pun cukup sensitive, berkaitan dengan agama dan aksi teroris, sehingga mau tidak mau pasti ada sebagian orang yang tidak bias setuju dengan moral film ini.



Teknis

Secara teknis film ini menakjubkan. Menceritakan kejadian yang sama delapan kali berturut membutuhkan keahlian shooting dan produksi yang handal untuk merealisasikannya menjadi sebuah film yang tidak sekedar mengulang-ngulang kejadian yang sama. Pengambilan gambar sangat profesional, dan banyak melibatkan pengambilan landscape yang luas. Dengan komposisi gambar yang baik, film ini sangat baik sebagai sebuah film action.

Salah satu faktor yang juga tak kalah penting dalam pembawaan teknis film ini adalah soundtrack-nya. Dengan efek suara dan musik latar yang dinamis, film yang bisa terlihat sangat membosankan tanpa suara ini berhasil membuat penonton paling tidak berdebar hatinya dari adegan action-ya saja.

Walaupun secara keseluruhan teknis film ini sangat baik, namun terdapat banyak sekali kesalahan-kesalahan. Beberapa diantaranya adalah kesalahan factual. Diceritakan bahwa kejadian di film terjadi di Spanyol. Namun karena sebenarnya film ini di ambil di Meksiko, orang yang pernah tinggal di sana akan secara spontan mengenali tempat itu adalah di Meksiko, karena banyak adegan yang memakai tempat-tempat yang simbolis dan terkenal di daerah Meksiko. Bahkan di salah satu adegan terlihat jelas ada sebuah Taksi Meksiko lewat di latar belakang.

Kesalahan lainnya adalah kontinuitas. Karena banyaknya sudut pandang yang menceritakan hal yang sama, perbedaan kecil antara penceritaan di satu sudut dan sudut lainnya pun dapat terlihat jika di amati secara seksama. Jika diperhatikan, banyak adegan-adegan kecil yang terlihat berbeda pada sudut pandang orang lain. Contohnya kata-kata yang diucapkan Barnes pada saat cerita diceritakan melalui sudut pandangnya, ia berkata “No, but I saw something, like a flash of light." – saat ditanyai oleh Taylor. Namun di sudut pandang Howard Lewis, ia hanya berkata “No, but…”. Lalu, pada adegan Barnes mengejar Taylor yang mengendarai mobil, ia harusnya terluka, namun secara ajaib ia bisa mengejar Taylor hanya dengan berlari.

Kesalahan-kesalahan kecil di film ini sangat banyak. Adapun banyak kejadian yang jika dipikir tidak logis, dan terlihat si produser terpaksa mengarahkan suatu kejadian tertentu agar cerita lebih masuk akal.



Akhir Kata

Untuk sekedar ditonton, film ini cukup seru dan mendebarkan. Namun jelas bukan jenis filmyang dapat dinikmati jika ditonton berkali-kali, karena cerita yang kurang menarik dan kesalahan kecil di sana-sini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar